JAKARTA, KOMPAS.TV – Fenomena Wolf Moon akan mengawali rangkaian peristiwa astronomi pada awal 2026. Kemunculan Wolf Moon dapat disaksikan pada 3 hingga 4 Januari 2026.
Wolf Moon merupakan sebutan untuk bulan purnama pertama dalam kalender Masehi dan kerap dianggap sebagai penanda dimulainya siklus astronomi di tahun yang baru. Pada fase ini, bulan tampak bulat sempurna dengan cahaya yang lebih terang dibandingkan malam-malam biasanya.
Melansir laman Space, Wolf Moon pada Januari 2026 memiliki keistimewaan tersendiri karena bertepatan dengan fenomena supermoon. Bulan purnama kali ini berada pada jarak yang relatif lebih dekat ke bumi, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dari ukuran rata-rata.
Baca Juga: 5 Fenomena Astronomi Sepanjang Januari 2026, Ada Hujan Meteor hingga Supermoon
Jarak bumi ke matahari sekitar 147,1 juta kilometer, lebih dekat dibandingkan jarak rata-rata sekitar 149,6 juta kilometer pada periode ini. Secara visual, kecerahan Bulan dapat meningkat sekitar 6,5 persen dibandingkan saat aphelion, yakni ketika Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari.
Kondisi tersebut membuat Wolf Moon 2026 menjadi salah satu fenomena langit yang menarik untuk diamati, baik oleh penggemar astronomi maupun masyarakat umum. Nama Wolf Moon sendiri berasal dari tradisi masyarakat di belahan Bumi utara.
Penamaan ini terinspirasi dari gambaran serigala lapar yang melolong di tengah musim dingin pada Januari. Pada masa lalu, suara lolongan serigala kerap terdengar di sekitar permukiman manusia ketika persediaan makanan menipis akibat cuaca ekstrem.
Dari situlah istilah Wolf Moon kemudian dikenal luas dan digunakan hingga kini. Selain Wolf Moon, bulan purnama Januari juga memiliki sejumlah sebutan lain di berbagai budaya.
Sebagian masyarakat menyebutnya sebagai Quiet Moon, sementara komunitas adat Assiniboine di Kanada mengenalnya dengan nama Center Moon karena muncul di pertengahan musim dingin. Menurut Old Farmer’s Almanac, bulan purnama Januari juga disebut Severe Moon yang mencerminkan kerasnya kondisi alam pada periode tersebut.
Di kawasan Asia, khususnya Sri Lanka, bulan purnama Januari bertepatan dengan perayaan Duruthu Poya Day. Hari suci umat Buddha ini menandai kunjungan pertama Sang Buddha ke wilayah Sri Lanka sekaligus berdirinya kuil Buddha pertama di negara tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa bulan purnama Januari tidak hanya memiliki makna astronomi, tetapi juga nilai budaya dan spiritual di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, fenomena Wolf Moon atau Wolf Supermoon dapat diamati selama kondisi cuaca mendukung.
Baca Juga: Cara Melihat Cold Moon 4 Desember 2025, Supermoon Terakhir Tahun Ini
Waktu pengamatan berlangsung mulai Sabtu (03/01/2026) hingga Minggu (04/01/2025). Bulan purnama ini dapat disaksikan sejak waktu magrib sekitar pukul 17.50 WIB hingga menjelang matahari terbit sekitar pukul 05.18 WIB.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya
pemahaman
pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
KOMPASTV SHORTS
BERITA LAINNYA
Satu Keluarga Tewas di Jakut, Polisi Ungkap Kondisi Korban saat Ditemukan
Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2026: Tahap 1 Diperkirakan Mulai Januari
Harga Listrik PLN Token dan Pascabayar Januari 2026, Subsidi Termurah Rp415 per kWh
Satu Keluarga Tewas di Warakas Jakut, Polisi Periksa 4 Saksi
Siklon Tropis Iggy Melemah, Sirkulasi Siklonik Lain Picu Hujan Lebat di Kalimantan 3 Januari 2026
Prakiraan Cuaca BMKG 3 Januari 2026: Jakarta Bakal Hujan Seharian
Klasemen dan Jadwal Liga Inggris 2025-26 Pekan 20: City vs Chelsea, Bournemouth vs Arsenal
Tanggal 4 Januari Memperingati Hari Apa? Ini Daftarnya
Tarif Listrik Triwulan I 2026 Tetap, Pemerintah Jaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Sabtu 3 Januari 2026: Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
FOLLOW US
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.